• SMP YPM 4 BOHAR
  • BY RELIGY BE SMART

MEMPERINGATI HARI JADI KABUPATEN SIDOARJO KE 166

SELAMAT HARI JADI KABUPATEN SIDOARJO KE-166
(31 JANUARI 1859- 31 JANUARI 2025)

 

Hari jadi Kabupaten Sidoarjo diperingati pada tanggal 31 Januari. Pada tahun ini, Kabupaten Sidoarjo berusia 166 tahun. Tema peringatan hari jadi Kabupaten Sidoarjo tahun 2025 adalah "Sidoarjo Hebat, Baik, dan Bermartabat". Melalui tema Sidoarjo Hebat, Baik dan Bermartabat, Pemkab Sidoarjo mengajak seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, dunia usaha, maupun seluruh lapisan masyarakat untuk terus bekerja bersama dalam mewujudkan Kabupaten Sidoarjo menjadi lebih baik. Wilayah Kabupaten Sidoarjo berbatasan dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik di utara, Selat Madura di timur, Kabupaten Pasuruan di selatan, serta Kabupaten Mojokerto di sebelah barat. 

Kabupaten Sidoarjo memiliki beberapa julukan, yaitu Kota Udang, Kota Petis, dan Kota Delta. Dijuluki Kota Udang dan Kota Petis karena yang terkenal dari Kabupaten Sidoarjo adalah produk hasil olahan udang dan petis. Sedangkan julukan Kota Delta merujuk pada kondisi geografis Kabupaten Sidoarjo, yang terletak di delta alias dataran hasil sedimentasi aliran Sungai Brantas. Kabupaten Sidoarjo memiliki sejarah panjang dan kaya yang berawal dari masa kerajaan-kerajaan kuno di Jawa Timur. Berikut adalah garis besar sejarah terbentuknya Kabupaten Sidoarjo :

A. Masa Kerajaan Kuno

Kabupaten Sidoarjo pernah menjadi bagian dari Kerajaan Kahuripan, Kerajaan Jenggala, Kerajaan Majapahit, Kesultanan Demak, dan Kesultanan Mataram.

Kerajaan Kahuripan

Kerajaan Kahuripan didirikan oleh Raja Airlangga pada tahun 1019. Raja Airlangga membangun istana dan ibu kota baru di Kahuripan, yang sekarang termasuk wilayah Sidoarjo. Kerajaan Kahuripan terbagi menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Panjalu dan Kerajaan Jenggala, dikarenakan sebelum turun takhta, Raja Airlangga membagi kerajaannya menjadi dua untuk dua putranya, Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan. Kerajaan Sri Samarawijaya yang berpusat di Kediri dinamai Panjalu dan kerajaan Mapanji Garasakan yang berpusat di Kahuripan dinamai Jenggala. Namun, dua putra Airlangga ternyata tetap berseteru dan ingin menaklukkan satu sama lain. Pada akhirnya, Jenggala kalah dan menjadi bawahan Kerajaan Panjalu atau Kerajaan Kediri. Peristiwa bersejarah tersebut diabadikan oleh raja Kediri dalam Prasasti Hantang atau Prasasti Ngantang yang bertarikh 1135 Masehi.

Kerajaan Jenggala

Kerajaan Jenggala merupakan salah satu kerajaan Hindu terbesar di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-8 hingga 13. Rajanya bernama Mapanji Garasakan, wilayah Sidoarjo sekarang merupakan bagian dari Kerajaan Jenggala. Bukti sejarah seperti Prasasti Canggal (859 M) dan Prasasti Pasirpanjang (996 M) menunjukkan keberadaan Kerajaan Jenggala di wilayah ini.

Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit (abad ke-14 - 16), setelah runtuhnya Kerajaan Jenggala, wilayah Sidoarjo menjadi bagian dari Kerajaan Majapahit, kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Nusantara. Bukti sejarah seperti Prasasti Trowulan (1447 M) dan Prasasti Wates (1473 M) menunjukkan pengaruh Majapahit di wilayah ini.

Kesultanan Demak

Kesultanan Demak (abad ke-16), setelah runtuhnya Majapahit, wilayah Sidoarjo dikuasai oleh Kesultanan Demak, kerajaan Islam pertama di Jawa.

Kesultanan Mataram

Kesultanan Mataram (abad ke-16 - 18), pada masa Kesultanan Mataram, wilayah Sidoarjo menjadi bagian dari wilayah Adipati Surabaya.

B. Masa Penjajahan

Pada masa pemerintahan VOC (abad ke-17 - 18), pada abad ke-17, Belanda (VOC) mulai menguasai wilayah Jawa Timur, termasuk Sidoarjo. VOC membagi wilayah Sidoarjo menjadi beberapa distrik, seperti Surabaya, Gresik, dan Pasuruan. Ketika memasuki masa penjajahan, wilayah Sidoarjo pun berada di bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda. Melansir sidoarjokab.go.id, pada tahun 1851, Sidoarjo masih bernama Sidokare, yang merupakan bagian dari Kabupaten Surabaya. Saat itu, Sidokarie dipimpin oleh seorang patih bernama R Ng. Djojohardjo, yang dibantu oleh seorang wedana bernama Bagus Ranuwirjo.

C. Masa Kemerdekaan

Kabupaten Sidoarjo terbentuk pada tanggal 12 November 1825, berdasarkan Staatsblad No. 44, Gubernur Jenderal van den Bosch secara resmi mendirikan Kabupaten Sidoarjo. Kabupaten ini dibentuk dengan memisahkan beberapa wilayah dari Kabupaten Surabaya dan Gresik. Perkembangan Kabupaten Sidoarjo: Sejak didirikan, Kabupaten Sidoarjo terus berkembang dan mengalami berbagai perubahan. Pada masa penjajahan Belanda, Sidoarjo menjadi salah satu sentra perdagangan dan industri gula. Setelah kemerdekaan Indonesia, Sidoarjo berkembang menjadi salah satu kabupaten termaju di Jawa Timur dengan berbagai potensi ekonomi dan budaya.

Sejak 8 Maret 1942 hingga 15 Agustus 1945, Sidoarjo berada di bawah kekuasaan Pemerintah Militer Jepang, sebagaimana halnya daerah-daerah di Indonesia lainnya. Selama masa pendudukan Jepang, Bupati Sidoarjo dijabat oleh Raden Tumenggung Soejadi. Ketika Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945 dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan dua hari kemudian, Belanda ternyata masih ingin kembali berkuasa. Pada awal Maret 1946, Belanda kembali ke Sidoarjo dan mulai menduduki Gedangan. Pemerintah kemudian memindahkan pusat pemerintahan Kabupaten Sidoarjo ke Porong. Ketika Sidoarjo benar-benar jatuh ke tangan Belanda pada Desember 1946, pusat pemerintahannya dipindahkan lagi hingga ke Jombang.

Kabupaten Sidoarjo berada di bawah pemerintahan Recomba (pemerintah pendudukan Belanda), hingga Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 1949. Pasca-kemerdekaan, Kabupaten Sidoarjo dibentuk berdasarkan UU 12/1950 tentang Pemerintah Daerah Kabupaten Jawa Timur. Sidoarjo merupakan bagian dari Kabupaten Surabaya, kemudian berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 9 / 1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6 Kabupaten Surabaya dibagi menjadi 2 yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokare. Selanjutnya dengan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 10 / 1859 tanggal 28 Mei 1859 Staatsblad No. 32 Kabupaten Sidokare diganti nama Kabupaten Sidoarjo. Dinamakan Sidoarjo karena Sidokare memiliki konotasi kurang bagus. Dan tanggal 31 Januari 1859 di tetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (HARJASDA).

Kabupaten Sidoarjo pada dasarnya memiliki sejarah panjang dan kaya yang dipengaruhi oleh berbagai kerajaan dan pemerintahan yang pernah berkuasa di wilayah ini. Sejak didirikan pada tahun 1825, Kabupaten Sidoarjo terus berkembang dan mengalami berbagai perubahan, menjadikannya salah satu kabupaten termaju di Jawa Timur dengan berbagai potensi ekonomi dan budaya.

 



Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
INFORMASI SEPUTAR KBM RAMADHAN 1446 H DI SMP YPM 4 BOHAR TAMAN

Puji syukur Alhamdulillah, semoga Allah SWT yang senantiasa memberi kenikmatan iman dan Islam, sehingga kita tegolong orang-orang yang beriman dan senantiasa bahagia bersama keluarga te

01/03/2025 05:05 - Oleh Administrator - Dilihat 476 kali
KEGIATAN MEGENGAN DAN DO`A BERSAMA SMP YPM 4 BOHAR TAHUN 2025

Di Provinsi Jawa Timur, khususnya Kecamatan Sidoarjo, terdapat tradisi dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang disebut megengan. Megengan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk

26/02/2025 15:15 - Oleh Administrator - Dilihat 585 kali
KEGIATAN RO`AN AKBAR SMP YPM 4 BOHAR TAHUN 2025

Menyambut datangnya Bulan Ramadhan 1446 H, semua peserta didik di SMP YPM 4 Bohar Kec. Taman Kab. Sidoarjo menggelar kegiatan ro`an akbar atau kegiatan bersih-bersih bersama atau g

25/02/2025 15:20 - Oleh Administrator - Dilihat 498 kali
KEGIATAN MENYAMBUT DATANGNYA BULAN RAMADHAN 1446 H

Puji syukur Alhamdulillah, semoga Allah SWT yang senantiasa memberi kenikmatan iman dan Islam, sehingga kita tegolong orang-orang yang beriman dan senantiasa bahagia bersama keluarga te

24/02/2025 08:30 - Oleh Administrator - Dilihat 497 kali
KEGIATAN ASESMEN SUMATIF TENGAH SEMESTER GENAP DAN SUMATIF AKHIR TAHUN SEMESTER GENAP

Puji Syukur kepada Allah SWT., teriring doa semoga kita selalu sukses dalam amaliyah sehari-hari. Selanjutnya kami beritahukan kepada Bapak/Ibu Wali Peserta Didik Kelas VII, VIII, dan I

17/02/2025 15:30 - Oleh Administrator - Dilihat 576 kali
KEGIATAN KEMAH WISATA TAHUN 2025

Kegiatan Kemah Wisata merupakan salah satu program unggulan dari SMP YPM 4 Bohar. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 3 s.d. 5 Februari 2025 bertempat di Bumi Perkemahan YPM Des

06/02/2025 08:30 - Oleh Administrator - Dilihat 713 kali
KEGIATAN MUNAQASYAH HIFDZIL QURAN KE 5 TAHUN 2025

Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma'arif (YPM) Taman Sidoarjo bekerja sama dengan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Klinterejo Sooko Mojokerto, menyelenggarakan kegiatan Munaqasyah Hifdzil

03/02/2025 20:00 - Oleh Administrator - Dilihat 640 kali
KEGIATAN ZIARAH WALI 5 TAHUN AJARAN 2024/2025

Kegiatan Ziarah Wali 5 merupakan salah satu program unggulan dari SMP YPM 4 Bohar Kec. Taman Kab. Sidoarjo. Ziarah Wali 5 adalah kegiatan mengunjungi lima makam wali yang berada di

14/11/2024 22:55 - Oleh Administrator - Dilihat 544 kali
PERINGATAN HARI PAHLAWAN 2024

Memperingati Hari Pahlawan setiap tahun yang jatuh pada tanggal 10 November setiap tahun. Hal ini adalah untuk mengenang kembali jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah berjuang

10/11/2024 01:05 - Oleh Administrator - Dilihat 640 kali
KEGIATAN LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA (LDKS) OSIS SMP/MTs SE-YPM

Setelah terpilihnya Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS Masa Bakti 2024/2025 beserta jajaran pengurus OSIS lainnya se-YPM. Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) Se-YPM, menyelenggarakan

03/11/2024 22:30 - Oleh Administrator - Dilihat 574 kali